Merah
July 10, 2009 Leave a Comment
Ada pemandangan baru di Bogor, khususnya sepanjang jalan Pajajaran hingga Tajur, yaitu lampu merah dikhususkan untuk penyeberang jalan dan pejalan kaki. Maksudnya baik dan bertujuan untuk melindungi pejalan kaki. Tetapi apa yang terjadi? Lampu lalulintas tersebut tidak efektif karena kesadaran dan disiplin pengguna jalan raya. Atau mungkin juga karena kurangnya sosialisasi dari pemerintah kota. Pejalan kaki yang menyeberang tidak menggunakan fasilitas tersebut dan bahkan pengemudi yang tidak mengindahkan lampu lalulintas tersebut. Kita yang berhenti pada saat lampu merah dan ada penyeberang jalan yang menggunakan fasilitas tersebut dianggap aneh oleh pengendara yang lain dengan membunyikan klakson dan berjalan terus sehingga membahayakan orang lain.
Kedisiplinan pengguna jalan raya di Indonesia memang dirasakan masih cukup rendah. Tidak seperti halnya masyarakat di negara maju seperti Eropa. Di Belanda misalnya, pengguna jalan raya sangat disiplin dalam mengendarai kendaraan mereka. Lampu lalulintas atau yang dikenal dengan lampu merah diatati dan saling menghormati sesama pengguna jalan. Terutama pejalan kaki dan pengendara sepeda.
Mungkin perlu dilakukan sosialisasi yang efektif dan intensif baik kepada pengguna jalan raya maupun pejalan kaki dan penyeberang jalan mengenai fasilitas ini. Sehingga kita yang berhenti tidak akan dianggap aneh apabila lampu merah menyala dan penyeberang jalan akan aman hingga ke seberang jalan.





Komentar