Thinking out of the box

Ini merupakan kisah teman saya yang mengisahkan bahwa berpikir diluar kotak (thinking out of the box) itu kadang perlu dan menguntungkan. Cerita ini mengenai seorang bapak yang baru membeli rumah di daerah Pamulang.

Pada saat itu, sekitar awal 90-an, daerah tersebut masih sepi. Istri bapak ini adalah seorang dokter gigi. Sang istri kemudian membuka praktek sebagai dokter gigi.

Sehari, seminggu, praktek dokter gigi masih sepi. Belum banyak pasien yang datang. Akhirnya sang istri curhat ke suaminya dan meminta saran bagaimana agar prakteknya ramai didatangi pasien. Dia merasa bahwa mungkin kurang informasi dari penduduk sekitar mengenai praktek dokter gigi tersebut.

Keesokan harinya, bapak tersebut berangkat ke kantor. Dan sepulangnya pada sore hari, sang bapak ini menaiki bis untuk menuju rumahnya sambil membisiki kondekturnya bahwa kalo nanti dia turun, untuk meneriakan ‘dokter gigi… dokter gigi’.

Begitu seterusnya dilakukan oleh bapak ini setiap dia pulang kantor. Tentunya dengan menambahkan ongkos bis tersebut kepada sang kondektur agar pesanannya dilakukan.

Akhirnya daerah tempat bapak itu turun, yang merupakan juga gang menuju rumahnya dan tempat praktek dokter gigi sang istri, menjadi terkenal dengan nama ‘dokter gigi’. Dalam waktu tidak berapa lama, sang istripun kebanjiran pasien akibat pemasaran yang cukup baik dari sang suami.

Ternyata pemasaran atau marketing bukan merupakan suatu hal yang rumit. Cukup berpikir diluar konteks dan hasilnya akan dapat dirasakan.


About mysetiawan
Iwan Setiawan, growing up in Bima, Nusa Tenggara Bara. Agrometeorology and Geographic Information by Education. Working as GIS Specialist and Information Resource Specialist.

2 Responses to Thinking out of the box

  1. Rabbasa says:

    Hahaha… lutuu….
    ntar kalo ke kantor jgn naik mobil…
    naik angkot aja…

  2. mysetiawan says:

    its story about how to do promotion & marketing in unusual ways. There were a man and his wife was a dentist. when his wife open her practice, nobody was coming. The husband find out way to market his wife practice.

    When he’s coming home from office, he told bus driver to shout ‘dentist..dentist’ when he’s arrived home. He did every day. Guess what? in next month, people coming to his wife practice more and more. And the amazing things is: Spot that he was stop the bus then named ‘dentist’.

    And the other amazing thing was that his wife was the third or fourth dentist in the area but NOT THE FIRST.

    FYI, in Indonesia, there is no bus stop. You can stop whereever you want… ;-)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>