Tragedi ATM

Senin pagi, 31 Agustus 2009, 3 hari menuju tenggat waktu pembayaran kartu kredit. Dalam perjalanan menuju kantor, singgah ke salah satu atm. Masuk ke ruang atm, mamasukkan kartu atm ke mesin, pencet nomor pin, pilih cek saldo. Pesan yang terpampang di layar “Mohon maaf, untuk sementara kartu anda tidak dapat digunakan”. Waduh, apaan lagi ini? Sebulan yang lalu sudah mengganti kartu atm karena memang ada penggantian ke kartu atm yang baru, disamping itu juga karena rekening saya nganggur selama 6 bulan lebih sehingga diblokir. Saat itu saya baru tahu kalo tidak melakukan transaksi selama lebih dari 6 bulan maka rekening kita akan diblokir.

Bergegas menuju pintu sebelahnya, kebetulan atm ini ada di kantor cabang. Langsung menuju customer service, mengungkapkan permasalahan. CS-nya ternyata bingung juga, dari layar komputernya tidak ada indikasi blokir atau apapun yang menyebabkan kartu tidak bisa dipergunakan. Diperoleh kesimpulan untuk mencoba sekali lagi. Sayapun mencoba ke ruang atm lagi dan hasilnya masih sama. “Mohon maaf, untuk sementara kartu anda tidak dapat digunakan”.

Kembali ke CS, dan tidak menemukan solusi bagaimana agar atm saya bisa dipergunakan. Akhirnya dia menyarankan untuk mencoba di atm yang lain, atau apabila tidak bisa juga maka kartu atm dapat diganti dengan biaya ditanggung oleh nasabah. Kaget mendengar pernyataan terakhir, saya berargumen bahwa kesalahan bukan oleh saya, kenapa harus saya yang menanggung biaya penggantian atm. Harusnya penggantian atm ditanggung oleh bank, karena kesalahan bukan oleh nasabah, akan tetapi karena sistem tidak berfungsi dengan baik. Akhirnya disepakati bahwa saya akan mencoba ditempat lain. Tetapi apabila tidak bisa juga, saya tidak rela untuk mengganti kartu dengan biaya saya sendir, saya membatin.

Karena tenggat waktu pembayaran kartu kredit tadi, sayapun menuju kasir untuk membayar tagihan. Kartu kredit saya dikeluarkan oleh oleh bank lain sehingga tidak dapat melakukan pembayaran melalui kasir. Sayapun berinisiatif untuk mengambil tunai dan akan membayarkan melalui bank lain.

Transaksi selesai, saya bergegas menuju bank lain. Melakukan setoran tunai dan kemudian menuju kantor. Tagihan kartu kredit sayapun akhirnya saya bayarkan melalui internet banking dari kantor. Tagihan terbayarkan sehingga saya terhindar dari denda keterlambatan.

Yang masih mengganjal adalah apabila kartu atm saya ternyata tidak bisa digunakan, apakah saya harus membayar biaya pergantian kartu? Kalau begini caranya lebih saya tutup saja rekening saya tersebut.

About mysetiawan
Iwan Setiawan, growing up in Bima, Nusa Tenggara Bara. Agrometeorology and Geographic Information by Education. Working as GIS Specialist and Information Resource Specialist.

2 Responses to Tragedi ATM

  1. wah rugi donk mas, udah atmnya ga jalan ditambah harus bayar lagi.

    • mysetiawan says:

      begitulah… bete kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>