Jalan Raya Tajur

Setelah dihiasi dengan kemacetan selama tiga bulan, masa pembangunan jalan beton, akhirnya jalan raya tajur dapat dinikmati kembali seperti biasa. Ada yang baru dengan penampilannya. Jalan yang semula 2 lajur, sekarang menjadi 3 lajur. Nah… perubahan tersebut membuat repot pengendara kendaraan bermotor, termasuk saya.

Logika saya adalah, kita hanya memakai lajur yang paling kiri. Dan lajur tengah hanya untuk mendahului. Kenyataannya berkata lain dimana h jalur tengah menjadi tidak beraturan. Siapa saja yang cepat dan berani akan mengisi jalur tengah tersebut.

Ada contoh lain jalur jalan yang dibagi 3 seperti ini? Dan bagaimana aturan yang seharusnya?

About mysetiawan
Iwan Setiawan, growing up in Bima, Nusa Tenggara Bara. Agrometeorology and Geographic Information by Education. Working as GIS Specialist and Information Resource Specialist.

2 Responses to Jalan Raya Tajur

  1. missjutek says:

    iya, logika saya juga sama dengan pak iwan, tapi yah kenyataannya emang gitu… karenanya saya ngikut ajah… :D

  2. mysetiawan says:

    Akhirnya DLLAJ nyerah juga…
    Sekarang dibuat 2 lajur sajah :-D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>